Dengan setting cerita Fay di Paris, banyak sekali yang bertanya apakah saya pernah mengunjungi Paris. Saya tentunya tersanjung doong dengan pertanyaan itu, he..he.. Menurut interpretasi ge-er saya, dengan diajukannya pertanyaan itu, berarti deskripsi saya tentang Paris cukup meyakinkan sehingga teman-teman pembaca bisa larut dalam suasana kota Paris.
Jawaban saya atas pertanyaan itu, “Iya, saya pernah ke Paris lebih dari dua belas tahun yang lalu selama tiga malam, mengunjungi seorang Tante yang tinggal di Paris karena mengikuti suaminya yang ditugaskan di KBRI.”
Lalu, apakah pengalaman tiga malam itu cukup untuk mengetahui seluk beluk kota Paris? Jawabannya tentu saja ‘tidak’. Saya sudah puluhan tahun tinggal di Jakarta dan sampai detik ini pun pengetahuan saya tentang jalan-jalan kota Jakarta hanya seputar tempat tinggal, sekolah, mall (hanya yang sering dikunjungi), tempat kerja, dan jalan-jalan protokol saja. Pengalaman selama tiga malam tidak bisa menangkap detail kota Paris, tapi dari pengalaman singkat itu saya bisa menangkap suasana kota Paris. Setiap kota mempunyai energi yang berbeda, hasil perpaduan antara budaya, kebiasaan, sejarah, ‘prototipe’ penduduk kotanya, dan banyak hal lainnya. Sampai saat ini, saya tidak bisa melupakan ‘crowd’ yang ada di jalan-jalan sekitar Eiffel, termasuk perasaan saya saat melintasi jalan dan mendengar percakapan dalam bahasa Perancis yang tidak saya mengerti sama sekali, dengan pemandangan Louvre atau Eiffel sebagai latar belakang.
Jadi, bagaimana saya bisa tahu detail jalan-jalan tidak hanya di Paris, tapi bahkan di Fontainebleau yang bahkan belum pernah saya kunjungi?
Jawabannya adalah: keajaiban internet! Saya harus angkat topi kepada para perintis penelitian internet di tahun 50-60-an di Universitas Cornell, Amerika (kalau tidak salah ingat pelajaran sejarah komputer) :p Berkat mereka, semua informasi sekarang begitu mudah didapat, hanya dengan modal koneksi, tekad baja untuk menemukan informasi yang tepat, secangkir (atau dua cangkir) kopi untuk menemani begadang, dan kacamata silinder supaya saya tidak pusing
Nah, jadi sudah terjawab yaaaa……

haha, mmm bner lho kak ceritaya itu meyakinkan apalagi kakak ku pernah bca lho kak! ktanya hebat! “detil banget y…mmm, bagus2″ ktanya! hehehe, kak kan dah lma g ke paris mending nanti bareng aku aj spaya aku g (terlalu) kesasar hehe